Anak Sulit Tenang? Mungkin Ia Belum Tahu Caranya
Cara mengajarkan self-calming pada anak melalui contoh, latihan, lingkungan, dan hubungan yang aman. Preface “Sudah, jangan marah.” “Tenang dulu.” “Jangan nangis.” “Coba fokus lagi.” Kalimat-kalimat di atas mungkin ekspresi harian yang kita sampaikan ke anak kita. Apalagi ketika anak sedang mengerjakan sesuatu, lalu tiba-tiba frustrasi. Pensil dilempar. Worksheet ditinggalkan. Anak menangis karena merasa tugasnya terlalu sulit. Atau ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya, emosinya langsung membesar. Sebagai orang tua, sangat wajar jika kita ingin situasi segera kembali tenang, makanya kita keluarkan pertanyaan-pertanyaan senada seperti di atas. Tetapi ada satu pertanyaan yang mungkin tidak "kepikiran" oleh kita: Bagaimana kalau masalahnya bukan anak tidak mau tenang? Bagaimana kalau ia memang belum tahu caranya? Respon yang tepat dapat mengubah cara kita melihat situasi. Alih-alih hanya meminta anak untuk berhenti marah atau ber...